
Foto/Dok: GAPGINDO
GAPGINDO - Upaya mendorong kemandirian pergulaan nasional terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas petani dan pemangku kepentingan industri gula. Sejalan dengan hal tersebut, para petani mitra RMI dan KTM bersama GAPGINDO melaksanakan kunjungan benchmarking ke Thailand pada 3–6 Februari 2026 untuk mempelajari langsung sistem industri gula dan budidaya tebu yang telah terbukti sukses di negara tersebut.
Melalui kegiatan benchmark study ini, rombongan melakukan serangkaian kunjungan ke berbagai fasilitas pendukung industri gula di Thailand, mulai dari pabrik pupuk, pabrik gula, lahan petani mitra, hingga perusahaan engineering pendukung industri gula dan bioenergi.
Dari hasil benchmarking, rombongan mencatat bahwa keberhasilan Thailand tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit, tetapi oleh kombinasi pemupukan tepat waktu dan tepat lokasi, pembongkaran ratoon sesuai SOP, efisiensi penggunaan air, mekanisasi, pendampingan teknis yang konsisten, kebijakan pemerintah yang kondusif, riset yang kuat, serta infrastruktur yang memadai.
Kunjungan ini diharapkan menjadi referensi penting bagi petani mitra RMI dan KTM serta seluruh pemangku kepentingan industri gula di Indonesia dalam merumuskan langkah strategis menuju peningkatan produktivitas, rendemen, dan kemandirian pergulaan nasional secara berkelanjutan.
