
Dok/Foto: PT Muria Sumba Manis
GAPGINDO - Komitmen terhadap pelestarian lingkungan kembali ditegaskan oleh PT Muria Sumba Manis (MSM), perusahaan agribisnis berbasis tebu yang beroperasi di Sumba Timur. Melalui kolaborasi lintas sektor, MSM menggelar aksi penanaman pohon di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 1 April 2026, di Desa Pulu Panjang, tepatnya di SD Kilimbatu dan PAUD Padamu. Dalam pelaksanaannya, MSM menggandeng Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumba Timur serta Yayasan Sumber Karunia Anak Indonesia (SUKA) untuk bersama-sama menanam pohon sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda.
Bagian dari Program “Hijau Manise”
Aksi ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) unggulan MSM bertajuk “Hijau Manise”, khususnya dalam pilar Harmony in Green Action. Program tersebut sebelumnya telah meraih penghargaan Gold dalam ajang CSR & PDB Awards 2025, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam bidang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Head Legal dan Corporate Affair MSM, Francois Tondong, menegaskan bahwa “Hijau Manise” tidak hanya berfokus pada hasil produksi gula, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Menurutnya, kehadiran MSM harus mampu memberikan dampak positif yang nyata, baik di dalam maupun di luar wilayah operasional perusahaan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan penghijauan yang menyasar sekolah, desa, rumah ibadah, hingga kelompok masyarakat seperti pokdarwis.
Lebih dari Sekadar Penghijauan
Penanaman pohon di lingkungan sekolah memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar menambah ruang hijau. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi anak-anak sejak usia dini, sehingga mereka dapat tumbuh dengan kesadaran untuk menjaga alam.
Melalui pendekatan partisipatif, siswa dan warga sekitar tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga dilibatkan dalam proses penentuan jenis tanaman, lokasi penanaman, hingga perawatan pohon. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan yang mereka rawat bersama.
Sejauh ini, program “Hijau Manise” telah berhasil menanam lebih dari 17.600 pohon di berbagai wilayah Sumba Timur, melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, hingga unsur TNI dan Polri.
Dukungan dan Apresiasi Berbagai Pihak
Wakil Ketua TP PKK Sumba Timur, Audrey Jiwajennie, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini. Ia menilai bahwa gerakan penghijauan di lingkungan sekolah merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting.
Menurutnya, program tanam pohon yang digalakkan PKK tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan dan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang asri dan sehat, mulai dari tingkat desa hingga kota.
Dukungan juga datang dari Yayasan Sumber Karunia Anak Indonesia yang dipimpin oleh Diana Oktavia Handaja. Yayasan ini dikenal aktif dalam bidang pendidikan, kesejahteraan anak dan guru, serta pemberdayaan masyarakat. Sinergi antara yayasan, pemerintah, dan sektor swasta diharapkan mampu mempercepat upaya restorasi lingkungan, terutama di wilayah dengan kondisi iklim kering seperti Sumba Timur.
Inspirasi bagi Generasi Mendatang
Kepala SD Negeri Kilimbatu, Isak Rajah, turut menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai bahwa kolaborasi yang terbangun tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi contoh inspiratif bagi siswa dan masyarakat luas.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki potensi besar untuk menanamkan nilai kepedulian lingkungan kepada anak-anak, sekaligus menjadi pembelajaran nyata di luar ruang kelas.
Melalui inisiatif ini, PT Muria Sumba Manis kembali menegaskan perannya sebagai mitra pembangunan daerah. Dengan mengedepankan kolaborasi berkelanjutan, MSM tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar program CSR, “Hijau Manise” menjadi simbol komitmen perusahaan dalam menghadirkan “manisnya hidup” yang selaras antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat di Sumba Timur.
