Foto/Dok: PT Kebon Agung
GAPGINDO - PT Kebon Agung kembali memperkuat perannya dalam mendukung program swasembada gula nasional melalui peluncuran delapan Varietas Unggul Baru (VUB) seri PSKA. Tidak hanya itu, perusahaan juga memperkenalkan produk gula retail kemasan 500 gram dan gula premium kemasan 50 kilogram sebagai bagian dari pengembangan kualitas produk gula nasional. Langkah ini menjadi bukti konsistensi PT Kebon Agung dalam melakukan inovasi di sektor agroindustri sekaligus mendukung peningkatan produktivitas tebu di Indonesia.
Peluncuran varietas unggul baru tersebut merupakan hasil program riset dan pengembangan yang dijalankan perusahaan dalam kurun waktu 2016 hingga 2025. Selama hampir satu dekade, PT Kebon Agung terus melakukan pengembangan bibit tebu unggul guna menjawab tantangan industri gula nasional, mulai dari produktivitas lahan, efisiensi produksi, hingga kualitas gula yang dihasilkan. Kehadiran varietas seri PSKA diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan hasil produksi tebu nasional sekaligus memperkuat daya saing industri gula Indonesia di tengah persaingan global.
Direktur Utama PT Kebon Agung, Didid Taurisianto, menjelaskan bahwa varietas seri PSKA memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan varietas sebelumnya. Menurutnya, varietas tersebut memiliki karakter kemasakan awal hingga tengah sehingga mampu menghasilkan rendemen gula yang lebih tinggi. Selain itu, seri PSKA juga memiliki kemampuan adaptasi dinamis terhadap berbagai kondisi lahan dan iklim serta memiliki ketahanan terhadap sejumlah penyakit tanaman tebu.
Didid menambahkan bahwa pengembangan varietas unggul menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam mendorong peningkatan produktivitas tebu nasional. Dengan varietas yang lebih adaptif dan produktif, perusahaan berharap petani dapat memperoleh hasil panen yang lebih optimal sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani tebu.
Peluncuran ini sekaligus melanjutkan rangkaian pengembangan varietas yang sebelumnya telah diperkenalkan oleh PT Kebon Agung. Pada tahun 2022, perusahaan meluncurkan varietas PSKA942A di PG Trangkil, kemudian disusul varietas PSKA095 dan PSKA062 pada 2025. Sementara pada peluncuran kali ini, perusahaan memperkenalkan varietas PSKA 071, PSKA 072, PSKA 082, PSKA 085, PSKA 086, PSKA 087, PSKA 088, PSKA 11-1, dan PSKA 11-2. Seluruh varietas tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan produktivitas dan kualitas tebu di berbagai wilayah pengembangan.
Tidak hanya fokus pada pengembangan bibit unggul, PT Kebon Agung juga terus melakukan modernisasi di sektor produksi. Perusahaan diketahui mengalokasikan investasi rutin sekitar Rp150–200 miliar setiap tahun untuk peremajaan mesin dan peningkatan teknologi produksi gula. Investasi tersebut diarahkan untuk mendukung mekanisasi pertanian, meningkatkan efisiensi operasional, menekan biaya produksi petani, serta meningkatkan kualitas hasil panen dan mutu gula nasional.
Transformasi teknologi juga dilakukan melalui perubahan proses produksi dari sistem sulfitasi menuju teknologi Defaksi Remelt Karbonatasi (DRK). Teknologi ini dinilai mampu menghasilkan gula dengan kualitas yang lebih baik dan memenuhi standar industri modern.
Inovasi yang dilakukan PT Kebon Agung mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah. Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Widiastuti, menilai peluncuran varietas unggul baru seri PSKA merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan industri gula nasional. Menurutnya, varietas yang memiliki kemampuan adaptif dan potensi rendemen tinggi akan sangat membantu mengatasi persoalan produktivitas yang selama ini dihadapi petani tebu.
Dukungan juga datang dari Direktur Industri Agro Kementerian Perindustrian, Dyan Garneta Paramita Sari. Inovasi yang dilakukan PT Kebon Agung sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula nasional. Pengembangan varietas unggul dan peningkatan teknologi produksi dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, mengatakan bahwa varietas seri PSKA memiliki potensi produktivitas hingga 100 ton per hektare dan tahan terhadap penyakit Lika Api. Menurutnya, keunggulan tersebut akan sangat membantu meningkatkan hasil produksi petani tebu nasional.
Apresiasi terhadap langkah PT Kebon Agung juga disampaikan Ketua Asosiasi Gabungan Produsen Gula Indonesia (GAPGINDO), Syukur Iwantoro. GAPGINDO menyampaikan ucapan selamat atas peluncuran varietas unggul baru seri PSKA dan gula premium kemasan 500 gram serta 50 kilogram. Inovasi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas tebu serta gula nasional.
Melalui pengembangan varietas unggul, modernisasi teknologi produksi, serta peningkatan kualitas produk gula, PT Kebon Agung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan industri gula nasional. Dengan mengusung semangat “Karya Nyata untuk Bangsa Menuju Swasembada Gula”, perusahaan berharap inovasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi petani, industri, dan ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan
