
GAPGINDO - Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumba Timur terus menunjukkan perkembangan positif dengan diresmikannya TK dan SD Hammu Lima Sumba di Waingapu pada Selasa, 7 Juli 2026. Sekolah yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Hammu Lima Sumba ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak peningkatan mutu pendidikan sekaligus memperluas akses belajar bagi anak-anak di wilayah tersebut.
Peresmian sekolah dihadiri oleh Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, Asisten Administrasi Umum Umbu Maramba Memang, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Sumba Timur, tokoh masyarakat, orang tua siswa, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kehadiran TK dan SD Hammu Lima Sumba merupakan bagian dari komitmen Yayasan Hammu Lima Sumba dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan layanan pendidikan yang berkualitas. Sekolah ini mengusung konsep pembelajaran modern yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter, penguatan nilai moral, pengembangan kreativitas, serta keterampilan yang dibutuhkan di era global.
Berlokasi di kawasan PT Muria Sumba Manis (MSM), sekolah ini terbuka bagi masyarakat Sumba Timur dan dikelola secara independen oleh Yayasan Hammu Lima. Pengelolaan tersebut dilakukan dengan tujuan menghadirkan lembaga pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempersiapkan generasi muda yang memiliki daya saing di masa depan.
Chairman PT Muria Sumba Manis, Robert Halim, menjelaskan bahwa pendirian sekolah merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan masa depan generasi penerus, sehingga diperlukan lingkungan belajar yang mampu mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.
Melalui tagline "Berakar pada Nilai, Bertumbuh untuk Masa Depan", TK dan SD Hammu Lima Sumba berkomitmen untuk menghadirkan suasana belajar yang aman dan nyaman serta mendorong peserta didik untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Untuk menunjang proses pembelajaran, sekolah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern. Seluruh ruang kelas menggunakan pendingin udara (AC), dilengkapi CCTV untuk meningkatkan keamanan, serta Smart TV berukuran 100 inc yang mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, tersedia berbagai laboratorium yang dirancang untuk memperkuat pengalaman belajar melalui kegiatan praktik sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan secara lebih optimal.
Kualitas pendidikan juga diperkuat melalui kehadiran tenaga pendidik yang telah melewati proses seleksi ketat dan memperoleh pembinaan bersama lembaga pendidikan berpengalaman di tingkat nasional. Dengan bekal tersebut, para guru diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang inovatif, efektif, serta mendukung perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.
Kepala Sekolah Hammu Lima, Joko Tarigan, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama bagi kemajuan daerah. Ia berharap sekolah ini dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan mudah diakses oleh masyarakat sehingga mampu melahirkan generasi muda Sumba Timur yang unggul, mandiri, dan berkarakter.
Pada tahun ajaran 2026/2027, TK dan SD Hammu Lima Sumba membuka penerimaan peserta didik untuk jenjang TK A, TK B, serta SD kelas 1 hingga kelas 3. Pengembangan sekolah akan dilakukan secara bertahap hingga jenjang SD kelas 6 dan selanjutnya akan diperluas ke tingkat SMP.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan, pihak sekolah juga menyediakan layanan shuttle antar-jemput bagi siswa yang berasal dari berbagai wilayah di Sumba Timur, termasuk Waingapu dan Melolo. Layanan tersebut diharapkan dapat membantu orang tua sekaligus mempermudah anak-anak memperoleh pendidikan yang berkualitas.
Dalam sambutannya, Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali menyampaikan apresiasi kepada PT Muria Sumba Manis dan Yayasan BPK PENABUR atas kontribusi nyata dalam menghadirkan lembaga pendidikan baru di daerah tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga pendidikan menjadi contoh positif dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Sumba Timur.
Bupati menjelaskan bahwa tantangan pendidikan di wilayahnya masih cukup besar karena luas Kabupaten Sumba Timur mencapai sekitar 7.000 kilometer persegi. Kondisi geografis tersebut menyebabkan masih ada anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan secara optimal. Selain persoalan pemerataan akses, pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam aspek literasi dan numerasi.
Ia berharap kehadiran Sekolah Hammu Lima mampu menjadi contoh pengelolaan pendidikan yang berkualitas sekaligus melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi, karakter yang kuat, dan mampu menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Sumba Timur.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR, Adri Lazuardi, menyampaikan bahwa peresmian Sekolah Hammu Lima Sumba menjadi bagian dari komitmen PENABUR yang pada tahun ini memperingati usia ke-76. Saat ini, Yayasan BPK PENABUR mengelola sekitar 165 sekolah yang tersebar di 15 kota dengan jumlah peserta didik lebih dari 28 ribu orang.
Menurut Adri, kerja sama dengan PT Muria Sumba Manis merupakan wujud kepedulian bersama untuk menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak di Sumba. Pada tahun ajaran pertama, Sekolah Hammu Lima Sumba mulai beroperasi dengan 44 siswa yang didampingi oleh delapan orang guru.
Yayasan BPK PENABUR juga akan memberikan pendampingan dalam bidang pelatihan guru, penguatan manajemen sekolah, serta pengembangan sistem pendidikan agar sekolah dapat berkembang secara berkelanjutan hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dapat memberikan dukungan terhadap proses perizinan maupun pengembangan sekolah pada masa mendatang.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Sumba Timur, Imanuel Takandjanji, turut memberikan apresiasi kepada PT Muria Sumba Manis melalui Yayasan Hammu Lima atas kontribusinya dalam membangun fasilitas pendidikan baru. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi antara dunia usaha, yayasan, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat.
Ia berharap Sekolah Hammu Lima dapat menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah anak, serta mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik sehingga melahirkan generasi yang berkualitas dan siap berkontribusi bagi pembangunan Sumba Timur di masa depan.
Sumber: https://timesindonesia.co.id/pendidikan/597960/tk-dan-sd-hammu-lima-sumba-resmi-hadir-di-sumba-timur
