Sunday, 13 September 2026

::: Perkembangan Harga Rata-Rata Nasional - Gula Pasir Rp.18.880/kg // Sumber: Badan Pangan Nasional ::: Jangan Lupa Follow Akun Official Sosial Media GAPGINDO: Facebook, Instagram, Youtube, Linkedln : Gapgindo

Belajar di Perkebunan, Siswa Hammu Lima Sumba Kenali Proses Tebu hingga Menjadi Gula

GAPGINDO - Sejumlah siswa tingkat TK dan SD Sekolah Hammu Lima Sumba mendapatkan pengalaman belajar berbeda dengan mengunjungi kawasan perkebunan dan pabrik pengolahan tebu milik PT Muria Sumba Manis (MSM).

Kunjungan edukasi tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk melihat secara langsung proses yang selama ini mereka pelajari di dalam kelas. Tidak hanya mengenal tanaman tebu, siswa juga diajak mengikuti perjalanan tebu mulai dari proses budidaya, pemanenan, hingga pengolahannya menjadi gula kristal putih.

Selama berada di kawasan operasional MSM, para siswa diperkenalkan dengan berbagai aktivitas yang berlangsung di perkebunan. Mereka melihat secara langsung penggunaan traktor modern dalam kegiatan pertanian, teknologi pengairan Sub-Surface Drip Irrigation, serta proses penanaman dan pemanenan tebu.

Setelah melihat aktivitas di perkebunan, siswa kemudian diperkenalkan dengan proses pengolahan tebu di pabrik. Mereka dapat menyaksikan bagaimana hasil panen diproses melalui berbagai tahapan hingga menghasilkan gula kristal putih dengan merek Sumba Manis.

Perwakilan Manajemen PT MSM, Francois Tondong, mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan perkebunan dan industri yang berada di sekitar mereka.

Dilansir dari kupang.times.co.id, menurut Francois, selama kunjungan siswa mendapatkan pendampingan dari tenaga pendidik dan tim ahli MSM. Dengan demikian, pengalaman yang diperoleh tidak hanya sebatas melihat aktivitas perkebunan dan pabrik, tetapi juga memahami bagaimana teknologi dan sumber daya manusia bekerja dalam menghasilkan sebuah produk.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan perkebunan dan industri yang berada di sekitar mereka,” kata Francois.

Selain proses produksi, para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan dalam kegiatan industri. Salah satunya adalah melalui pengenalan berbagai kegiatan penghijauan yang dilakukan di wilayah operasional perusahaan.

Francois menjelaskan, dukungan terhadap kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari komitmen MSM dalam bidang pendidikan dan pengembangan generasi muda di Sumba. Program tersebut sejalan dengan pilar pendidikan MSM, Grow In EduAction, yang mendorong terciptanya kesempatan belajar yang relevan dan memberikan pengalaman nyata kepada anak-anak.

“Kami menyambut baik kunjungan para siswa dan menyampaikan bahwa perusahaan ini terbuka terhadap kegiatan edukasi yang memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi generasi muda untuk melihat secara langsung proses di perkebunan dan pabrik,” ujarnya.

Sekolah Hammu Lima Sumba sendiri merupakan salah satu sekolah yang berkolaborasi dengan BPK Penabur dan mengusung tagline “Berakar pada Nilai Bertumbuh Untuk Masa Depan”. Kegiatan kunjungan ke MSM menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman atau meaningful learning yang memberikan ruang bagi siswa untuk belajar melalui pengamatan secara langsung.

Kepala Sekolah Hammu Lima Sumba, Joko Tarigan, mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk belajar langsung dari lingkungan industri. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.

Dengan melihat langsung proses dan teknologi yang digunakan di MSM, siswa dapat memahami bagaimana ilmu pengetahuan, teknologi, serta kerja keras diterapkan untuk menghasilkan produk yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami harap dari pengalaman ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas dan kebanggaan terhadap potensi yang ada di Sumba,” ujar Joko.

Apresiasi juga disampaikan orang tua siswa, Mia Ai Kusmiati. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga karena anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat menyaksikan secara langsung proses perkebunan tebu hingga produksi gula.

Mia berharap program pendidikan yang diterapkan di TK B HM5 Sumba dapat terus berkembang sehingga semakin banyak anak di Sumba Timur memperoleh kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung di luar kelas.

Menurutnya, pembelajaran seperti ini dapat menjadi cara yang efektif untuk memperluas wawasan anak sekaligus memperkenalkan mereka pada potensi lingkungan dan industri yang berkembang di daerah tempat mereka tinggal.

Kunjungan ke perkebunan dan pabrik MSM pada akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan wisata edukasi bagi para siswa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang belajar yang mempertemukan teori dengan praktik, sekaligus memperkenalkan kepada generasi muda bahwa proses menghasilkan sebuah produk membutuhkan pengetahuan, teknologi, kepedulian terhadap lingkungan, serta kerja keras dari banyak pihak.

 

Sumber: https://kupang.times.co.id/news/peristiwa/kdGH423n/dari-tebu-menjadi-gula-sejumlah-siswa-hammu-lima-sumba-belajar-di-msm