
Foto/Dok: PT Muria Sumba Manis
GAPGINDO - PT Muria Sumba Manis (MSM) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui pilar Corporate Social Responsibility (CSR) EduAction, perusahaan menggandeng SMK Negeri 2 Waingapu untuk memperkuat pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia industri.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Kelas Sumba Manis di SMKN 2 Waingapu, Kamis, 1 Oktober 2026. Program ini merupakan kelanjutan dari kerja sama antara MSM dan SMKN 2 Waingapu yang telah dituangkan dalam nota kesepahaman.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, yang disaksikan oleh Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, Komisaris dan Managing Director MSM, serta Kepala SMKN 2 Waingapu. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur bersama jajaran manajemen MSM.
Kelas Sumba Manis dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pembelajaran vokasi agar semakin dekat dengan kebutuhan industri. Program tersebut secara khusus menyasar Jurusan Teknik Kendaraan Ringan melalui pembaruan ruang kelas, ruang workshop, dan ruang simulator yang dilengkapi dengan peralatan pembelajaran berteknologi modern.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendorong pembelajaran yang lebih banyak berbasis praktik. Dengan dukungan sarana yang memadai, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan serta menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dukungan MSM juga diberikan kepada Jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan. Pada jurusan ini, perusahaan membantu menyediakan sejumlah peralatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan praktik dan meningkatkan kompetensi siswa.
Penguatan pendidikan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas. MSM juga melibatkan konsultan untuk memberikan pendampingan dan pelatihan kepada guru serta siswa. Pendampingan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dalam penggunaan peralatan sekaligus memperkuat kompetensi yang mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Kurikulum pembelajaran juga menjadi bagian dari kerja sama. Penyesuaian dilakukan agar materi yang diberikan di sekolah semakin relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan ketika siswa memasuki dunia kerja.
Selain pembelajaran di sekolah, siswa SMKN 2 Waingapu juga memperoleh kesempatan merasakan pengalaman langsung di lingkungan industri melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di MSM. Program tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal budaya kerja, proses operasional industri, serta penerapan kompetensi yang selama ini dipelajari di sekolah.
Mempertemukan Pendidikan dan Kebutuhan Industri
Penguatan pendidikan vokasi dinilai penting untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, hubungan yang erat antara satuan pendidikan dan dunia usaha menjadi salah satu faktor penting dalam membangun pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori.
Melalui Kelas Sumba Manis, MSM dan SMKN 2 Waingapu berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang mampu menjembatani kebutuhan tersebut. Pembaruan workshop dan ruang simulator, penyediaan peralatan modern, peningkatan kapasitas guru dan siswa, penyesuaian kurikulum, hingga pelaksanaan PKL menjadi satu kesatuan untuk mendukung pengembangan kompetensi peserta didik.
Bagi MSM, dukungan terhadap pendidikan merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Sumba Timur.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, mengapresiasi kontribusi dunia usaha dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan di daerah tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan satuan pendidikan diperlukan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.
“Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat. Pendidikan vokasi tidak hanya berbicara tentang teori, tetapi juga bagaimana peserta didik mendapatkan pengalaman praktik dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Umbu Lili.
Ia berharap fasilitas yang telah disediakan melalui program Kelas Sumba Manis dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa maupun tenaga pendidik.
“Fasilitas yang sudah dibangun harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Yang paling penting adalah bagaimana fasilitas ini memberikan manfaat nyata bagi siswa dalam meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja,” katanya.
Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, juga menilai keterlibatan dunia usaha memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan, terutama pendidikan kejuruan. Kemitraan antara sekolah dan perusahaan dinilai dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih aplikatif sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal lingkungan kerja secara langsung.
Menurutnya, tidak semua sekolah memiliki kesempatan memperoleh dukungan fasilitas seperti yang diterima SMKN 2 Waingapu melalui kerja sama dengan PT Muria Sumba Manis. Karena itu, para siswa diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan belajar secara sungguh-sungguh, baik dalam penguasaan teori maupun praktik di lingkungan perusahaan.
Kerja sama tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, PT Muria Sumba Manis, dan SMKN 2 Waingapu dalam membangun sumber daya manusia di daerah.
Dengan fasilitas pembelajaran dan praktik yang semakin memadai, siswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih berkualitas serta memiliki kompetensi yang mampu mengikuti perkembangan dunia kerja dan industri.
Menjadi Bagian dari Pembangunan Masyarakat
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan tebu dan pengolahan gula di Sumba Timur, MSM melihat keberadaan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari perkembangan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, dukungan terhadap pendidikan menjadi salah satu bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Managing Director MSM, Budi Hediana, mengatakan pembangunan sumber daya manusia membutuhkan kolaborasi yang dilakukan secara konsisten antara dunia usaha dan dunia pendidikan.
“Kami percaya bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan dunia pendidikan dapat memberikan manfaat yang lebih besar ketika dibangun secara berkelanjutan. Melalui Kelas Sumba Manis, kami ingin mendukung siswa agar mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang semakin relevan dengan dunia kerja, sekaligus membangun ruang kolaborasi yang dapat terus berkembang,” ujar Budi.
Pihak SMKN 2 Waingapu menyambut positif dukungan tersebut. Kepala SMKN 2 Waingapu, Nikodemus B.U. Pati, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan MSM terhadap pengembangan pendidikan vokasi di sekolahnya.
Menurut Nikodemus, kerja sama dengan dunia usaha menjadi bagian penting dalam membantu siswa memahami hubungan antara kompetensi yang mereka pelajari di sekolah dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.
“Sinergi seperti ini tentu dinilai penting untuk membantu siswa memahami keterkaitan antara kompetensi yang dipelajari di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Nikodemus.
Peresmian Kelas Sumba Manis diharapkan tidak menjadi akhir dari kerja sama, melainkan menjadi awal dari pengembangan kolaborasi yang lebih luas. Penguatan pembelajaran berbasis praktik, peningkatan kapasitas guru dan siswa, pengenalan lingkungan industri, serta penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja menjadi ruang yang dapat terus dikembangkan.
Melalui kolaborasi tersebut, MSM dan SMKN 2 Waingapu berupaya membangun pendidikan vokasi yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi modal ketika mereka memasuki dunia kerja.
